NAMA Foundation Gandeng UI Gelar Program Pemberdayaan Pemuda

Jakarta – Organisasi nirlaba skala global, NAMA Foundation berencana menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam program Pemberdayaan Pendidikan dan Civil Society Organization (CSO).

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara NAMA dan UI akan dilakukan dalam waktu dekat.

Direktur Pengembangan Karir dan Alumni UI, Nurdin Erwin menyampaikan, kerjasama tersebut meliputi tiga hal yakni penyaluran beasiswa oleh NAMA Foundation kepada UI pada tingkat sarjana, magister hingga program doktoral, kemudian program pengembangan karakter kepemudaan serta penyerapan alumni UI dalam dunia kerja.

“Beasiswa bisa kita salurkan pada alumni program sarjana UI yang akan melanjutkan ke jenjang magister. Begitu juga pada alumni program magister yang akan melanjutkan ke jenjang doktoral,” papar Nurdin, di Kampus UI Depok, Rabu (19/9).

Khusus program beasiswa, tahun ini NAMA Foundation menganggarkan dana sebesar 100.000 euro melalui partner lokal Indonesia yakni PT Nice Indonesia. Sementara total dana yang digelontorkan NAMA lewat PT Nice untuk seluruh kegiatan pada sektor pendidikan dan SCO di Indonesia tahun ini mencapai 1,5 juta euro.

Tak hanya Indonesia, lembaga sosial yang didirikan oleh Sedco, perusahaan konstruksi & finance asal Arab Saudi tersebut juga fokus menggelar program serupa di empat negara lain seperti Libanon, Palestina, Tanzania dan Kyrgizstan.

“NAMA menggelontorkan sedikitnya 5 juta hingga 6 juta euro ke lima country focus tersebut melalui partner lokal masing-masing. Jumlah itu belum termasuk yang disalurkan sendiri oleh NAMA Foundation,” ujar Rantala Sikayo selaku Eksekutif Wafa Indonesia.

Wafa sendiri merupakan salah satu dari sejumlah lembaga sosial pendidikan konsorsium PT Nice. Selain itu ada Dompet Dhuafa, Baznas, dan lainnya yang juga anggota konsorsium PT Nice.

Rantala Sikayo mengatakan NAMA Foundation berkomitmen untuk menyokong pendanaan PT Nice selama lima tahun untuk selanjutnya dilakukan evaluasi terkait keberlanjutan program tersebut.

Kegiatan S3

Sementara dalam rangka pengembangan potensi pemuda, NAMA Foundation bersama BEM UI 2018 menggelar acara dengan judul S3. Seperti namanya, S3 (Socioentrepeneurship Seminar and Social-Community Festival). Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Balai Sidang Universitas Indonesia tersebut terdiri dari 3 rangkaian kegiatan yaitu: Seminar Socioentrepreunership, business plan socioentrepreunership competition dan social-community festival.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari NAMA Foundation International Conference and Expo (NICX) yang bekerjasama dengan UI, dimana NAMA Foundation turut menjadi kolaborator kegiatan UI Career and Scholarship Expo XXVI yang diselenggarakan pada 20-22 September di UI.

Pada acara tersebut NAMA Foundation membawa informasi mengenai program-program pemberdayaan di sektor pendidikan dan Civil Society Organization (CSO) yang dipaparkan langsung oleh para associate program. Selain itu juga diberikan kesempatan kepada alumni dan lulusan universitas dari seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari program-program tersebut demi meningkatkan kapasitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Seminar S3 ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keilmuan dari para penggiat kegiatan sosial dan socioentrepreuner tentang bagaimana cara memaksimalkan proyek sosial mereka. Sedangkan pada kegiatan social-community festival merupakan acara yang bertujuan untuk menjadi wadah bagi para pemuda untuk mengenal komunitas sosial dan lingkungan yang berada di UI supaya saling bersilaturahmi dan memaksimalkan potensi masing-masing.

Acara S3, khususnya saat seminar socioentrepreunership dihadiri oleh beberapa pembicara yang sudah ahli dibidangnya yakni, Faisal Ramli, (founder Waroeng Sehat), dan Andreas Senjaya (founder iGrow). Tak kalah penting CEO NAMA Foundation, Dr. Saleh Bazead juga hadir sebagai pembicara utama saat seminar.

“Diharapkan para peserta dapat memperoleh banyak ilmu, motivasi, dan semangat setelah mendengar talkshow kisah sukses pembicara dalam membangun usaha atau kegiatan sosial yang mereka tekuni saat ini,” ujar Dasril Guntara selaku CEO PT Nice Indonesia.

Sumber: Majalah Investor